Elisa Yuliana


ordinary girl
Ibu mencintai anaknya. Anak menggantungkan mimpi lebih dari tinggi langit. Ibu ingin anak bahagia. Anak ingin ibu bangga. Satu-satunya cinta yang murni dan masih ada, adalah empat kalimat yang baru saja kamu baca. Mungkin.
— (via kurniawangunadi)

Source: palawija

Aku selalu yakin, dalam setiap perjalanan, orang-orang yang kami temui adalah guru tak terencana bagi kami.

Hanum Salsabiela Rais “99 Cahaya di Langit Eropa”

menyadarinya setelah kemarin seharian menjelajah Jogja..

bertemu banyak macam orang, banyak ilmu, banyak pengalaman, banyak kebahagian, dan ngebuat kami ga berhenti bersyukur… :’)

Source: floragustyani

Kenapa kau tatap aku sebagai dia, sementara kau tahu hujan kami berbeda?
— (via pelukishujan)

Source: pelukishujan

hirokoba-karisma:

makanya kenapa kalo berdo’a itu cocok di waktu hujan :)

hirokoba-karisma:

makanya kenapa kalo berdo’a itu cocok di waktu hujan :)

Source: allahthemerciful

my way

my way

merenung

merenung

LMH dengan berbagai gaya

LMH dengan berbagai gaya

Ana M Rufisa :): berakit-rakit ke hulu →

anamrufisa:

Semalam, baru kali itu aku bercerita dengan bunda sambil menahan air mata yang sudah berkaca-kaca…

“Ada apa, Nak?”

“Aku hanya lelah, Bun…”

“Yakin hanya itu?”

“Aku merasa aku semakin bukan diriku…”

“Yang Bunda lihat juga seperti itu. Bunda melihat kamu tidak setegar dulu… Ada masalah apa?”

Source: anamrufisa

Source: paulaalfc

Source: ss3dd